Powered By Blogger
http://arif-healthy.blogspot.com/

Thursday, February 23, 2012

Bayi Alergi Susu Sapi Jangan Langsung Diberi Susu Kedelai


Air susu ibu (ASI) memang makanan terbaik untuk bayi, tapi beberapa alasan medis dapat menyebabkan seorang ibu tak bisa memberikan ASI. Susu sapi pun sering menjadi pilihan namun seringkali menyebabkan alergi. Jika sudah begitu, jangan buru-buru memberikan susu kedelai untuk bayi.

"Yang terbaik untuk bayi tetaplah ASI, tapi ada alasan medis yang membuat ibu tidak bisa memberikan ASI seperti minum obat jangka panjang seperti obat TBC (tuberkulosis). Nah, karena bayi hanya bisa menghisap dan menelan maka diberilah susu pengganti. Dan semakin proteinnya mendekati dengan protein manusia, dipilihlah susu sapi," jelas DR Dr Luciana B Sutanto, MS, SpGK, Dosen Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, dalam acara temu media di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Tapi karena protein susu sapi lebih tinggi dibandingkan ASI (protein manusia), maka susu sapi sering menyebabkan alergi pada bayi.

"Kalau bayi di bawah 6 bulan alergi susu sapi, jangan langsung diberi susu kedelai. Susu kedelai hanya boleh diberikan untuk bayi di atas usia 6 bulan, karena proteinnya nabati dan tidak selengkap pada protein hewani. Susu kedelai juga tidak mengandung kolesterol yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organnya. Tapi memang yang ideal tetap ASI," lanjut DR Luciana.

DR Dr Zakiudin Munasir, SpA (K) menyatakan rekomendasi dari berbagai organisasi dunia seperti US NIAID, EAACI, French society of pediatrics, American Academy of Pediatric (AAP) menekankan, bayi yang berisiko tinggi alergi (dengan orangtua atau saudara kandung memiliki alergi) risiko alerginya dapat dicegah dengan susu formula terhidrolisa (proteinnya sudah dipecah) yang sudah terbukti manfaatnya.

Salah satu susu formula terhidrolisa yang telah diteliti manfaatnya adalah susu dengan protein whey yang terhidrolisa secara parsial. Ini berarti susu formula tersebut memiliki protein whey yang dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga mengurangi sifat alergenik dari susu sapi.

"Untuk pencegahan bisa mengonsumsi susu sapi yang terhidrolisa sebagian (parsial). Untuk anak yang sudah alergi pilih susu sapi yang terhidrolisa banyak (ekstensif)," tutur DR Dr Zakiudin Munasir, SpA (K), Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

DR Zaki menyatakan susu kedelai hanya sebagai alternatif bila orangtua tidak bisa memberikan susu sapi terhidrolisa ekstensif, karena mungkin harganya lebih mahal dan rasanya tidak enak, tapi hanya boleh diberikan untuk bayi di atas usia 6 bulan dan bukan untuk pencegahan.


Ikan Bermanfaat Bagi Kesehatan Pria


Ikan merupakan makanan yang bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Tapi ternyata kandungan nutrisi dalam ikan juga bisa berguna untuk meningkatkan libido atau gairah seksual laki-laki yang membuatnya makin greng. Ketika seseorang mengalami perubahan libido, para ahli biasanya mengatakan hal ini didasarkan pada masalah keintiman, suasana hati dan kesehatan fisik. Tapi kondisi ini juga bisa diperbaiki melalui makanan, salah satunya konsumsi tinggi ikan dan makanan laut yang berpengaruh positif terhadap dorongan seksual.


Nutrisi tertentu bisa meningkatkan libido, terutama makanan yang baik untuk jantung seperti ikan. Hal ini karena untuk bisa menikmati seks, laki-laki dan perempuan harus memiliki aliran darah yang sehat ke alat kelamin. Jika jantung sehat maka ia bisa mendorong sirkulasi di seluruh tubuh dan meningkatkan sensasi saat berhubungan seks. Salah satu kandungan dalam ikan yang baik untuk libido laki-laki adalah arginin, asam amino yang digunakan tubuh untuk membuat oksida nitrat. Di organ kelamin, oksida nitrat digunakan untuk memperluas pembuluh darah.


Hal ini karena jika pembuluh darah sempit, kemampuan laki-laki untuk mencapai ereksi akan terhambat sedangkan pada perempuan akan mengganggu kemampuannya untuk bisa terangsang. Ikan yang mengandung arginin termasuk salmon, halibut dan ikan cod.Kandungan lain yang bermanfaat adalah zinc yang dikaitkan dengan kadar testosteron dalam darah. Zinc juga dihubungkan dengan perkembangan seksual yang sehat sejak masih muda.


Rekomendasi asupan zinc untuk laki-laki 11 mg dan perempuan 8 mg yang berasal dari makan ikan. Diketahui kandungan zinc dari ikan cod sebesar 0,5 mg, ikan salmon sebesar 1 mg, ikan sarden sebesar 3 mg dan ikan tuna sebesar 0,8 mg. Selain konsumsi ikan secara teratur, seseorang tetap perlu mengonsumsi makanan yang seimbang dan bernutrisi serta berolahraga untuk mencegah obesitas yang bisa berdampak negatif bagi libido.

Virus Mononucleosis Disebabkan Melalui Air Liur


Infeksius mononucleosis sering disebut kissing disease. Virus yang menyebabkan mononucleosis ditularkan melalui air liur, sehingga bisa mendapatkannya melalui ciuman. Tetapi juga dapat terpapar melalui batuk atau bersin, atau dengan berbagi gelas atau alat makan dengan seseorang yang memiliki virus tersebut. Namun, mononucleosis tidak menular seperti beberapa infeksi, misalnya flu. Kemungkinan besar mendapatkan mononucleosis dengan semua tanda dan gejala jika seorang remaja atau dewasa muda. Anak-anak kecil biasanya memiliki sedikit gejala, dan infeksi sembuh dengan sendirinya. Jika memiliki mononucleosis, penting untuk berhati-hati dari komplikasi tertentu seperti pembesaran limpa. Istirahat dan cukup cairan merupakan kunci untuk pemulihan.


Tanda dan gejala mononukleosis dapat mencakup: 1. Kelelahan 2. Kelemahan 3. Sakit tenggorokan, mungkin radang tenggorokan yang tidak sembuh dengan antibiotik 4. Demam 5. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak 6. Amandel bengkak 7. Sakit kepala 8. Ruam kulit 9. Kehilangan nafsu makan 10. Limpa bengkak 11. Keringat malam Virus ini biasanya memiliki masa inkubasi 4-8 minggu, meskipun pada anak kecil periode ini mungkin lebih pendek. Tanda dan gejala seperti demam dan sakit tenggorokan biasanya berkurang dalam beberapa minggu, meskipun kelelahan, pembesaran kelenjar getah bening dan limpa bengkak dapat berlangsung selama beberapa minggu lagi.

Repair Volvulus


Repair Volvulus adalah suatu tindakan pembedahan untuk mereposisi usus yang mengalami puntiran (volvulus). Volvulus adalah suatu keadaan gawat abdomen ditandai dengan nyeri perut yang bersifat kolik dimana antara serangan kolik terdapat nyeri perut menetap, perut kembung karena distensi abdomen sering disertai mual dan muntah. Terdapat gambaran foto roentgen yang khas yaitu gambaran ban mobil dengan belokan besar dan apabila dilakukan pemeriksaan foto roentgen menggunakan bubur barium maka terlihat gambaran paruh burung.


Indikasi operasi

• Strangulasi

Kontra indikasi operasi

• Keadaan umum penderita jelek

Diagnosis banding

• Karsinoma kolon

• Divertikulitis

• Striktur rectum

• Penyakit Hirschprung

Pemeriksaan penunjang

• Foto polos perut

• Foto barium

Teknik Operasi

Penatalaksanaan

Pada prinsipnya ada 2 penatalaksanaan volvulus, yaitu :

I. Operasi

Teknik operasi tergantung dari macam volvulus :

1. Volvulus sekum

Dilakukan reseksi ileosekal dengan ileokolostomi terminolateral

2. Volvulus sigmoid

Secara umum dilakukan sigmoidektomi dengan anastomosis termino-terminal tetapi bila keadaan umum tidak mengizinkan untuk melakukan anastomosis primer dapat dilakukan prosedur Hartmann ( reseksi sigmoid dengan kolokutoneostomi ujung kolon oral dan penutupan ujung kolon anal ). Setelah keadaan umum mengizinkan baru dilakukan anastomosis kolokolostomi dengan meniadakan kolokutoneostomi. Bila keadaan umum tidak mengizinkan cukup dilakukan detorsi,kemudian fiksasi sigmoid (sigmoidopeksi).


II. Non operasi

Dilakukan tindakan dekompresi dengan rektoskop, kolonoskop atau pipa fleksibel.

Komplikasi operasi

Tindakan fiksasi sigmoid(sigmoidopeksi) menimbulkan kekambuhan 90% juga pada tindakan dekompresi dengan rektoskop, kolonoskop atau pipa fleksibel menimbulkan kekambuhan 40-70%.


Mortalitas

Tindakan dekompresi dengan rektoskop, kolonoskop atau pipa fleksibel mempunyai mortalitas rate yang rendah yaitu 5-8% sedangkan tindakan reseksi/ kolopeksi mempunyai mortalitas rate yang tinggi yaitu 0-22%.

Perawatan Pasca Bedah

• Pertahankan nosogastric 1 – 3 hari

• Diet peroral diberikan setelah saluran pencernakan berfungsi dimulai dengan diet cair yang secara bertahap diberikan makanan lunak dan padat

• Realisasi sedini mungkin

Follow-up

Tindakan operasi definitif, dilakukan setelah kondisi pasien cukup baik pasca tindakan